Untuk mendukung pembentukan otot, whey protein menjadi pilihan suplemen yang populer. Terdapat dua jenis utama yang biasa digunakan, yaitu whey concentrate (sering disebut whey saja) dan whey isolate dengan perbedaan utama terletak pada kadar protein yang dikandungnya. 

 

Apa perbedaan whey concentrate dan whey isolate?

Susu sapi yang diolah menjadi yoghurt atau keju ternyata meninggalkan sisa berupa protein bernutrisi tinggi dan diolah lebih lanjut menjadi whey. Dari proses tersebut, muncul dua jenis whey yang paling populer digunakan sebagai suplemen pendukung massa otot: whey concentrate dan whey isolate. Berikut penjelasan mengenai perbedaan mendasar dari keduanya. 

 

Cara Pengolahan

Cairan whey yang dikumpulkan dari proses pembuatan keju atau yoghurt akan melalui beberapa tahap produksi untuk meningkatkan kadar proteinnya. Bedanya, whey concentrate hanya melewati satu kali penyaringan (ultrafiltrasi), sedangkan whey isolate diproses lebih ketat melalui tiga tahap: ultrafiltrasi, mikrofiltrasi, dan ultrafiltrasi tahap akhir menjadikannya lebih murni dan kaya protein. 

 

Besaran kandungan protein 

 

Tingkat kandungan protein pada whey isolate dan whey concentrate sangat dipengaruhi oleh metode pengolahannya. Whey isolate tercatat memiliki kandungan protein lebih tinggi, yakni sekitar 89,29 gram, dibandingkan whey concentrate yang hanya sekitar 72,7 gram.

Perbedaan ini muncul karena whey isolate menjalani proses penyaringan yang lebih ketat dan bertahap, sehingga mampu menghasilkan protein dalam jumlah lebih besar sekaligus mengurangi kandungan lemak secara signifikan dibandingkan whey concentrate.

 

Besaran kandungan lemak dan laktosa

Selain dari kandungan protein, perbedaan whey isolate dan whey concentrate juga terlihat jelas dari sisi kandungan lemak dan laktosa. Whey isolate memiliki kadar lemak yang jauh lebih rendah, yaitu sekitar 1,79 gram, dibandingkan whey concentrate yang mencapai 6 gram.

 

Tak hanya itu, kandungan laktosa pada whey isolate juga jauh lebih minim bahkan hampir tidak ada, hanya sekitar 3%. Sementara itu, whey concentrate memiliki kadar laktosa yang lebih tinggi, berkisar antara 4–8%. Karena kandungan laktosanya yang sangat rendah, whey isolate menjadi pilihan yang lebih aman bagi orang-orang dengan intoleransi laktosa. Beberapa produk suplemen kebugaran menyediakan Whey Isolate yang cocok untuk sensitif laktosa dan rendah lemak seperti contohnya MuscleTech Iso Whey yang mengandung 25 gram protein dan rendah lemak.

 

Whey Isolate Tanpa Rasa Susu

Seringkali bagi individu yang sensitif laktosa dapat mengalami kembung dan begah saat mengonsumsi whey. Selain itu, rasa susu yang berat di lambung terkadang dapat menimbulkan mual sebelum meminumnya. MuscleTech hadir dengan Iso Whey Clear yaitu protein isolate tanpa rasa susu, rendah kalori, tanpa gula dan lemak sehingga lebih aman untuk intoleran laktosa. Dengan berbagai rasa buah yang menyegarkan tidak menimbulkan eneg, cocok juga untuk program fat loss dengan kandungan lemak yang rendah.

FUEL YOUR PERFORMANCE

RECOMMENDED SUPPLEMENTS