Kesadaran akan olahraga dan konsumsi whey protein di Indonesia semakin tinggi. Menurut riset, sebanyak 45.41% penggiat fitness dan pemula telah mengonsumsi whey protein per tahun 2024. Sementara dari data penjualan melalui e-commerce sebanyak 53.82% sport & performance nutrition telah terjual.
Dalam kandungan whey protein terdapat asam amino yang terbukti dapat mendukung proses sintesis otot, pemulihan setelah latihan, hingga mendukung program cutting untuk diet atau pembentukkan otot kering (lean muscle).
Apa itu whey?
Whey protein adalah sumber protein hewani berkualitas tinggi yang terbuat dari sisa produksi keju yang kemudian diproses menjadi bubuk tinggi protein, termasuk asam amino esensial yang dibutuhkan oleh otot.

Asam amino inilah yang nantinya dibutuhkan tubuh untuk memulihkan otot, mencegah penyusutan otot dan membentuk massa otot di saat intensitas aktivitas fisik yang tinggi. Inilah alasannya mengapa dalam memilih whey protein harus tepat sesuai dengan kebutuhan goalsmu. Dengan memilih whey protein yang presisi maka kamu akan segera mendapatkan tubuh yang fit dan ideal. Whey protein juga terdapat berbagai macam jenis dengan kandungan kalori, lemak, dan nutrisi yang berbeda. Berikut jenis-jenis whey protein yang harus kalian ketahui!
Kandungan dalam Whey
Whey protein mengandung profil asam amino yang lengkap seperti alanin, arginin, asam aspartat, sistein, glutamin, glisin, histidin, isoleusin, leusin.

Jenis Whey Protein
Whey Konsentrat
Kadar protein dalam whey konsentrat mengandung sekitar 70-80%. Dari segi rasa lebih creamy, mengandung sedikit lemak dan karbohidrat. Whey protein ini cocok untuk pemula yang baru mencoba konsumsi whey.
Whey Isolat
Berbeda dari whey konsentrat, pada whey isolat kandungan proteinnya lebih tinggi sekitar 90% dengan kandungan lemak, karbohidrat dan laktosa yang sangat rendah. Cocok untuk pemula hingga advanced yang sedang diet, menjaga ketat makronutrisinya dan sensitif laktosa.
Whey Protein Hidrolisat
Pada whey protein hidrolisat mengandung jumlah protein sekitar 90% yang telah melalui proses lebih lanjut sehingga cepat diserap oleh tubuh. Cocok untuk dikonsumsi atlet profesional atau pemulihan otot secara instan setelah latihan.
Whey Campuran
Pada umumnya whey protein campuran mengandung 20-30 gram protein yang bergantung pada jenis campuran. Cocok untuk pemula yang ingin membentuk massa otot.
Siapa saja yang cocok meminum whey?
- Pemula yang ingin mencoba olahraga
- Atlet dan binaragawan
- Individu yang sedang diet atau penurunan berat badan
- Individu yang sedang membangun otot kering
- Mereka yang butuh pemulihan pasca cedera atau sakit
- Siapapun yang ingin memenuhi kebutuhan protein harian secara praktis
Kapan waktu terbaik mengonsumsi whey?
Mengonsumsi whey dapat disesuaikan dengan tingkat toleransi orang untuk mengonsumsinya. Pada umumnya konsumsi whey dilakukan 30-60 menit sebelum makan besar. Namun beberapa orang dapat merasa begah hingga kembung jika mengonsumsi whey sebelum makan besar. Jika kondisinya seperti ini maka bisa dikonsumsi saat atau sesudah latihan. Sebagai penggantinya untuk mencegah terjadinya cedera dan meningkatkan energi sebelum latihan dapat meminum MuscleTech Platinum 100% EAA+ yang dapat dikonsumsi bersamaan dengan MuscleTech Vapor X5.
Sumber: